Selasa, 23 Agustus 2011

padamu yang mengingatkanku untuk lupa..

kita bukan baru kali ini bicara...
tapi sudah lama kita tak berkata...
kau mengingatkanku untuk lupa..
sehingga ikhlas terasa..
esok adalah hari baktiku pada ibu...
menginginkan ridhoNya lewat ridho ibuku..
berharap kau berkata aku mendukungmu..
tapi seperti kemarin kau hanya membisu...

semoga esok, berakhir sempurna..
sesempurna pertemanan kita...
semoga...
(biarlah tanpa rupa.. hanya kata..)

Rabu, 06 Juli 2011

dia... kenapa hanya dia...

aku tak tau...
semakin lama, dia semakin dekat ke hatiku...
aku semakin berfikir dia jodohku...
satu persatu, seakan semua kriteria itu ada padanya...
saat ini aku tak lagi menerka-nerka..
tapi memang dia seakan seperti yang kuduga..
seakan takdir bermain-main dengan rasaku...
rasa ini, yang sulit..
apa mungkin karena aku terlalu terpaku pada rasa ini?
pada hal ini?
hal semu yang seharusnya tidak ada pada hatiku?
dalam keberharapanku padanya,
aku masih berharap sebaliknya...

Rabu, 27 April 2011

padamu yang menyesal...

tak usah kau berkata...
jika itu hanya kata cinta.

aku bukan seperti yang kau sangka..
bukan pula seperti yang kau damba..
aku hanyalah orang yang tak sempurna.
yang tak pantas untuk kau raih.

hidupmu sekarang bahagia..
jalanilah seperti apa adanya,
jangan pernah menatap masa lalu yang semu,
seperti diriku.

bahagiakan dirinya...
karena aku percaya dia selalu ingin kau bahagia bersamanya..
tak usah menyesal..
tak usah kau memikirkannya..
bahagiamu hanya ada bersamanya.

Rabu, 19 Januari 2011

temanku itu...

dia datang tepat ketika aku mulai menjadi gila,
dia datang tepat ketika aku sangat membutuhkannya,
dia datang tepat ketika aku menghadapi banyak bencana,
dia datang tepat ketika tak ada orang lagi untukku bersandar,
dia datang tepat ketika aku menghadapi tekanan yang merajam,
namun dia menghilang ketika badai ini mereda...
meninggalkanku yang merindukannya...
kawan, apakah ini yang tersisa diantara kita?

Kamis, 13 Januari 2011

takut.. takut... dan takut...

aku takut...
takut padamu,
takut padanya,
takut pada mereka...
aku takut pada keadaan,
aku takut pada situasi,
aku takut pada masa lalu,
aku takut pada saat ini,
aku takut pada masa depan,
takut.. takut.. dan takut.
takut yang menghantuiku seperti badai yang mengintai..
seperti topan yang tiba-tiba datang menghadang.
aku takut sekali..
seorang berkata padaku, tenanglah...
kan ada orang yang mampu menghapuskan ketakutanku..
tapi aku takut pada orang yang akan datang itu..
juga pada dia yang mengatakan itu...
tak ada kah tempat untukku berdiri dan menghindari ketakutanku?