Minggu, 10 Juli 2016

Sugesti

Cinta itu sebenarnya cuma sugesti. Semakin kita buat sugesti kalau orang itu adalah jodoh kita, maka semua kebetulan akan terlihat sebagai tanda-tanda dari dewa cinta...

- Paul (Film Where Is My Romeo) -

Kata-kata ini tidak sengaja saya dengar ketika menonton film Where Is My Romeo. Film drama romantis yang mirip dengan cerita teenlit. Kata-kata ini menjungkirbalikkan mengenai teori tanda dan pertanda. Yah... kata-kata ini lebih terlihat filosofis dan keluar dari mulut orang yang memahami masalah psikologis, dalam hal ini Paul, tokoh yang digambarkan sebagai pengarang novel.
Saya hanya bisa terdiam sejenak dan berpikir. Jika Cinta benar adalah sugesti, maka siapakan yang mensugesti saya agar selalu teringat akan dirinya? Dan berarti ketidakmampuan saya buat move on adalah karena tidak adanya sugesti yang diberikan untuk saya dapat melupakan dia?
Tapi jujur saya katakan, saya termasuk orang yang sangat tidak percaya dengan kebetulan. Karena setiap hal yang ada di dunia ini tidak ada yang kebetulan. Semuanya sudah terencana dengan rapi oleh Sang Maha Merencanakan. Jadi apakah masih itu merupakan sebuah sugesti? Ntahlah.
Jika cinta itu hanya sugesti, maka saya ingin mensugesti diri saya untuk bisa berpikir bahwa dia tidak sempurna untuk saya.
Karena sampai detik ini, saya masih percaya dia sempurna untuk saya dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
Mungkin, pengakuan atau berita bahwa dia telah menikah adalah sugesti yang sempurna untuk saya bisa melepaskannya dari ingatan saya.


11-07-2016
Masih Menunggu...