Tanda atau pertanda bukanlah suatu hal yang sangat asing bagiku, karena selama kuliah, aku mendapatkan pelajaran mengenai tanda atau pertanda. Tanda atau Sign termasuk pada mata kuliah linguistik, dimana aku berkenalan dengan salah satu tokohnya yaitu
Ferdinand de Saussure. Menurut Saussure,
semua yang ada di dunia ini adalah teks, dan semua teks adalah tanda/pertanda. Semua adalah tanda, termasuk warna baju yang kita pakai mengisyaratkan sesuatu.
Tapi warna baju bagiku bukanlah suatu pertanda, karena selama aku kuliah aku tidak pernah merasa harus memilih-milih warna baju yang kupakai. Aku hanya memakai baju yang saat itu masih bersih atau yang sudah kujemur. Mau itu sudah di setrika atau belum, aku tidak pernah mempedulikannya. Kalau lagi rajin, tentu saja baju itu sudah aku setrika, tapi kalau tidak rajin dan memang lebih seringnya aku tidak rajin, baju itu kupakai begitu saja walaupun masih kusut dan baru kuambil dari jemuran. Jadi bagiku, warna baju bukanlah suatu pertanda, tapi kusut atau tidak bajuku itu barulah suatu pertanda (pertanda aku sedang rajin atau tidak).
Yah... semua memang bisa di jadikan pertanda, mulai dari yang mistis sampai yang logis sepertiku.
Tapi aku sempat juga terpengaruh dengan ucapan temanku itu. Dulu, beberapa tahun yang lalu, dia sangat senang membaca buku numerologi karangan Glynis Mccants. Dimana kita bisa membaca seseorang dari perhitungan nama dan tanggal lahir.
Caranya, kita menambahkan huruf vokal pada nama kita hingga menjadi satu digit nomor, maka akan terbentuklah soul number. Dari namanya kita bisa tahu bahwa itu adalah nomor dari jiwa (kata buku numerologi). Nomor yang akan memberi tahu apa yang harus di penuhi agar jiwa kita nyaman/ ga gampang stress.
Penambahan huruf konsonan dari nama kita menjadi satu nomor akan membentuk personality number. Dalam buku ini di sebutkan bahwa personality number adalah nomor yang menggambarkan bagaimana orang lain/lingkungan sekitar melihat kita. Penambahan antara soul number dan personality number menjadi satu nomor, di sebut power name number. Nomor ini dikatakan sebagai nomor yang paling menunjukkan karakter diri seseorang.
Nomor selanjutnya adalah penambahan tanggal lahir menjadi satu nomor yang disebut birthday number. Nomor ini dikatakan nomor first impression, atau bisa dibilang persepsi ketika pertama kali bertemu. Selanjutnya adalah Attitude Number, nomor ini didapat dengan menambahkan tanggal lahir dan bulan lahir. Sama seperti namanya nomor ini juga merupakan nomor bagaimana seseorang menampilkan dirinya pada orang lain.
Nomor yang terakhir adalah Life Path, kita bisa mendapatkannya dari penambahan tanggal lahir, bulan lahir dan tahun lahir kita sampai menjadi satu nomor. Sesuai dengan namanya, Life path adalah lintasan takdir hidup seseorang (menurut buku itu).
Lalu apa hubungannya ini dengan pertanda?
Hubungannya adalah, saya pernah benar-benar begitu percaya dengan pembacaan karakter ini hingga merasa terhanyut dan terobsesi dengan seseorang.
Ini nomor saya yang di hitung:
soul number 5+6+9+9+1+9+1+1+9+9 = 5
Personality number 9+2+5+5+4+2+3+8+7+5+5+7+1+8 = 8
power name number 5+8 = 4
birth day number 2+9 = 2
Life path number 2+9+1+0+1+9+8+6 = 9
attitude number 2+9+1+0 = 3
Ini nomor orang itu dengan nama asli:
soul number 1+9+7+1+3+1+1 = 5
Personality number 4+8+2+7+9+5 = 8
power name number 5+8 = 4
birth day number 9 = 9
Life path number 9+1+2+1+9+8+6 = 9
attitude number 9+1+2 = 3
Nomor orang itu dengan nama panggilannya:
soul number 1+9+3+1+1 = 6
Personality number 4+2+7+9+5 = 9
power name number 6+9 = 6
birth day number 2+9 = 2
Life path number 2+9+1+0+1+9+8+6 = 9
attitude number 2+9+1+0 = 3
5 dari 6 angka kami sama. Jika yang digunakan nama aslinya. Jika yang digunakan nama panggilannya sehari-hari maka ada 4 angka yang tidak sama. Dua angka Challenge, dua angka compatible, dan dua angka natural match alias cocok/sama.
Challenge artinya perbedaan yang signifikan, dimana apa pun yang dikatakan akan selalu menimbulkan kesalahpahaman/ ketidakmengertian. Compatible artinya kita tidak selalu langsung mengerti apa yang dikatakan, tapi hal itu tetap membuat dua orang saling menarik, di situ orang bisa belajar setuju untuk ketidaksetujuan. ^^!
Natural match artinya cocok atau mudah untuk saling memahami.
Jika memiliki kesamaan nomor lebih dari 4, maka bisa dibilang mereka twin soul. Jiwa yang kembar. Makanya tak jarang (menurut buku) mereka akan saling mudah memprediksi kata-kata masing-masing.
Nah disinilah masalah itu muncul. Orang dengan nomor yang sama katanya akan memiliki jalan takdir yang tidak jauh berbeda. Dan hal ini membuat saya merasa kami cocok.
Saya ketika SMA sampai awal kuliah senang menggambar komik (meskipun hanya tokoh-tokohnya saja), dia ingin sekolah komik.
Saya ingin jadi penulis, dia seorang penulis.
Saya dan dia menjadi guru privat, lalu guru SD.
Tak jarang kami menyukai hal yang sama walau dengan alasan dan sudut pandang yang berbeda.
Dan beberapa hal yang membuat saya berpikir, apakah kita berjodoh?
(ok. kita lanjut kapan-kapan pembahasannya...)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar