Its really nice to be back....
setelah sekian lama mengukung diri dengan kerjaan dan tiada waktu untuk ber-media sosial, senang rasanya bisa balik dan mencoba menulis lagi...
seperti biasa, tulisanku mungkin akan penuh dengan keluhan dan sisi hitam.... tapi anggap saja ini diariku yang terdalam...
dimana aku merasa lebih bebas dalam mengungkapkan segalanya tanpa ada yang tau...
Hmmm.... mulai dari mana aku bisa bercerita kali ini?
Mungkin dari ketika aku mulai memasuki dunia kerja kantoran dan melepaskan diri dari titel guru. Meskipun pada awalnya belum sepenuhnya, akhirnya sekarang aku benar-benar terbebas. Bila kau tanya apakah aku merindukan saat-saat menjadi guru? Tentu jawabnya 'pasti'.
Apa yang membuatku rindu? Tentu saja suasananya, murid-murid di sekelilingku dan pandangan mereka yang seakan menganggapku sebagai seorang ibu. Ibu pengganti selama di sekolah...
Rasanya nyaman ketika aku sendiri terus mengasah ilmu pengetahuanku dengan mengajar... Aku menjadi berpikir dan kembali belajar seperti layaknya meraka yang belajar padaku.
Tapi kalau kau tanya apakah aku menyesal melepaskan titelku itu? Aku pikir aku tidak menyesal, karena di kantor pun ternyata aku bisa mengajar.
Mengajar segala macam hal yang aku bisa pada orang di sekitarku... Tapi melihat murid-murid dan keponakanku yang semakin besar, semakin aku merasa tua dan berpikir 'Ah... Aku belum menikah saat ini...'
Jangan salah berfikir jika aku menyesali keputusanku belum menikah, aku mencoba untuk tidak menyesali keputusan yang kubuat, meskipun ada beberapa waktu dan beberapa orang yang aku sesali pergi begitu saja dari hidupku... Semoga tidak ada lagi orang ku sesali pergi... Tapi apa daya, smua orang yang pergi memang sudah ditakdirkan untuk pergi, karena aku tidak yakin dapat membuat mereka bahagia bersamaku.
Keputusanku belum menikah mengantarkanku bekerja pada kantor yang dulu menjadi kantor bapakku ketika pertama kali beliau menginjakkan kaki di kota ini, dan itu mengantarkanku bertemu dengan banyak teman yang kini sudah menjadi keluargaku...
Meski lelah karena tahun ini aku dituntut untuk kerja lebih keras, tapi aku merasa nyaman.
Kantor ini yang membawaku bertemu dengan 'kecengan'ku. Orang yang ketika pertama kali aku masuk, aku langsung merasa dan berdoa 'semoga aku tidak mencintainya dan memiliki affair dengannya' karena dia sudah beristri, meskipun dia merupakan 'tipe'ku banget. Tinggi, Tegas dan sayang ma istri dan anaknya... dan beberapa waktu ini aku mengetahui kalau dia hapalannya baik meski bacaannya belum begitu baik.
Aku selalu tersipu malu jika di dekatnya, harumnya aku kenal dan pernah juga aku seperti bisa memanggilnya dengan hatiku...
Jangan salah, aku tidak bermaksud menjadi orang ketiga dalam rumah tangganya, dan aku juga tidak mencintainya. Tapi di waktu itu, aku bisa mengetahui kedatangannya bahkan sebelum dia datang. Karena ia mengirimkan harumnya pada sekelilingku. Dan aku berusaha menjaga jarak dengannya.
Ketika aku mulai merasa jarak antara kami mencair dan membuat orang salah paham, aku akan mulai menjauh darinya. Menghindarinya semampuku... sampai satu ketika kami yakin orang tidak ada lagi yang salah paham dengan pertemanan kami. Karena kami memang berteman dan akan selalu seperti itu...
Ada teman yang akan tetap menjadi teman dan tidak akan menjadi lebih, dan dia orang yang seperti itu, bersama dengan teman-temanku yang lain, meskipun hubungan kami sangat dekat sekali.
Ah ya, ini bagian terbaiknya dari tulisanku, aku mulai merasakan lagi jatuh hati.
Hal yang aku rasakan dulu bersama seorang Adit, kini aku rasakan lagi dengan orang ini. Orang yang belum beristri, namun aku tak tahu apakah dia sudah memiliki seorang calon istri.
Perasaan ini baru kusadari Sabtu kemarin, ketika dalam perjalanan aku membaca sebuah webnovel cinta dan tiba-tiba teringat akan dirinya.
Aku merasakan jatuh cinta pada saat itu juga dan patah hati pada saat yang sama ketika aku mendengar banyak rumor bahwa dia akan menikah dalam waktu dekat. Kemungkinan tahun depan dia akan menikah, entah dengan siapa.
Karena dia seperti mencari-cari tanggal yang baik untuk menikah tahun depan, dan dia memang ingin sekali menikah tahun depan, meskipun dia bilang padaku dia tidak memiliki orang yang akan dia ajak menikah. Benarkah seperti itu?
Awalnya dia bukan orang yang aku lihat. Temanku malah yang menyadari keberadaannya dan tertarik dengan dirinya, sedang aku merasa dia biasa dan aku lebih fokus pada diriku dan 'keluargaku' di kantor. Tidak banyak interaksi diantara kami. Tapi semenjak temanku menyatakan ketertarikannya, aku seperti mulai menyadari keberadaannya dan ingin tahu. Seperti apa orangnya dan bagaimana dia... Aku mulai sadar dan mencoba melihat segala gerak geriknya. Mulai tertarik.
Takdir (jika aku bisa mengatakannya seperti itu) yang membawa kami akhirnya menjadi partner dalam bekerja, dan sejak itu aku seperti mulai dipaksa untuk benar-benar bisa melihat dirinya. Kesukaannya, Sikapnya, Visinya dan lain-lain. Banyak hal yang aku merasa dia selalu menjelaskan apapun tentangnya padaku. Seolah berfikir untuk tidak membuatku salah faham, tapi untuk apa?
Dan entah sejak kapan aku merasa tidak bisa bekerja jika tidak ada dia disisiku, sepertinya keberadaannya cukup berarti.
Aku mulai merasa tidak bisa jauh darinya, rindu dan merasa kesepian saat tidak bisa berhubungan dengannya. Aku yang merasa masa bodoh dengan telpon pintarku dan social mediaku mulai merasa seperti harus dekat dengan smua itu, karena aku ingin bisa membalas setiap dia mengirim pesan atau menelepon, dan ingin bisa berbicara dengannya tentang apapun berkenaan dengan sosial media.
Aku mulai memperhatikan semuanya tentang dia, wajahnya, tingginya secara fisik, dan ingin tahu tentang pengetahuan agamanya dan pola pikirnya akan banyak hal. Aku tahu aku merasa bodoh melakukan smua itu dan merasakan jatuh cinta ini padanya. Apalagi jatuh cinta ini pada akhirnya harus disertai dengan patah hati pada waktu yang bersamaan. Dia lebih muda, dan dia pasti bisa mendapatkan orang yang mungkin dia cintai (bila memang dia belum memilikinya).
Ahhh... aku hanya merasa, kapan aku bisa menemukan jodohku? Dan apakah dia jodohku? Mungkin kembali ini hanyalah suatu harapan kosong yang aku rasakan....
Ah ya, satu hal yang pasti, dia adalah satu-satunya orang yang tidak aku bandingkan dengan Adit. Apakah ini pertanda aku sudah bisa move on dan let go tentang Adit?
Yah.... aku masih harus menunggu untuk tahu...
Menunggu jodohku...
Semoga aku tak harus menyelesaikan S2 dulu sebelum menikah... dan jalan hidupku tidak lagi sama dengan jalan hidup Adit.
Semoga....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar