Kamis, 26 Juli 2012

Senyum... ^^

"smile like monalisa..."

senyum memiliki sejuta makna, ada senyum miris, senyum kesedihan sampai senyum bahagia.
seperti senyum yang selalu aku tunjukkan kepada orang di sekitarku. mereka tidak akan pernah tahu topeng senyum apa yang aku kenakan untuk aku perlihatkan kepada mereka.
aku mungkin tersenyum padamu, dengan senyum keceriaan tanpa dirimu tahu bahwa dalam hatiku aku bersedih hati atau aku memberontak.
akhir-akhir ini aku mendapati temanku bertanya padaku hal yang selama ini tidak pernah dia tanyakan "apa maksud senyummu itu no?"
pertanyaan itu mengherankanku, karena dia tidak biasanya bertanya seperti itu. hal yang tidak pernah sekalipun mungkin terlintas dalam benaknya. tapi ternyata itu ada disana.
bila kita cukup peka, mungkin kita akan bisa tahu makna dari setiap senyum yang diberikan orang pada kita. kadang, semakin sering orang itu senyum, semakin menakutkan orang itu. karena bisa jadi senyumnya itu adalah kedok untuk menyembunyikan apa yang ada dalam hatinya.
seperti yang terjadi padaku, aku mungkin bisa dengan tersenyum manis menawarkan orang lain pada orang yang aku suka, tanpa orang tahu betapa aku sangat sakit hati karenanya. atau aku berusaha menawarkan orang yang kusuka pada temanku, tanpa temanku tahu perasaanku.
orang lain juga mungkin tidak tahu bahwa aku menolaknya dengan senyumku, atau menerimanya dengan sebuah senyum juga. atau aku merasa marah atau malah bosan atau malah kesal dalam kedok sebuah senyum.
ya, senyum memiliki banyak sekali makna.
yang harus dilakukan adalah menjadi lebih peka kepada orang di sekitar kita.
semoga kita bisa tersenyum tulus dari hati yang menunjukkan keikhlasan kita, bukan hanya sebuah kedok kesopanan belaka.

seperti sebuah iklan rokok:
"gue apa adanya, loe....?"

Kamis, 16 Februari 2012

dalam penantianku

kita bermain dengan waktu,
dengan banyak kata menunggu...

ya...
aku menantikan itu.
detik-detik dalam masa depanku...

berfikir untuk pergi berlalu,
namun tak mampu kukatakan itu...

jadi...
bagaimana dengan keadaanmu?

Selasa, 23 Agustus 2011

padamu yang mengingatkanku untuk lupa..

kita bukan baru kali ini bicara...
tapi sudah lama kita tak berkata...
kau mengingatkanku untuk lupa..
sehingga ikhlas terasa..
esok adalah hari baktiku pada ibu...
menginginkan ridhoNya lewat ridho ibuku..
berharap kau berkata aku mendukungmu..
tapi seperti kemarin kau hanya membisu...

semoga esok, berakhir sempurna..
sesempurna pertemanan kita...
semoga...
(biarlah tanpa rupa.. hanya kata..)

Rabu, 06 Juli 2011

dia... kenapa hanya dia...

aku tak tau...
semakin lama, dia semakin dekat ke hatiku...
aku semakin berfikir dia jodohku...
satu persatu, seakan semua kriteria itu ada padanya...
saat ini aku tak lagi menerka-nerka..
tapi memang dia seakan seperti yang kuduga..
seakan takdir bermain-main dengan rasaku...
rasa ini, yang sulit..
apa mungkin karena aku terlalu terpaku pada rasa ini?
pada hal ini?
hal semu yang seharusnya tidak ada pada hatiku?
dalam keberharapanku padanya,
aku masih berharap sebaliknya...

Rabu, 27 April 2011

padamu yang menyesal...

tak usah kau berkata...
jika itu hanya kata cinta.

aku bukan seperti yang kau sangka..
bukan pula seperti yang kau damba..
aku hanyalah orang yang tak sempurna.
yang tak pantas untuk kau raih.

hidupmu sekarang bahagia..
jalanilah seperti apa adanya,
jangan pernah menatap masa lalu yang semu,
seperti diriku.

bahagiakan dirinya...
karena aku percaya dia selalu ingin kau bahagia bersamanya..
tak usah menyesal..
tak usah kau memikirkannya..
bahagiamu hanya ada bersamanya.

Rabu, 19 Januari 2011

temanku itu...

dia datang tepat ketika aku mulai menjadi gila,
dia datang tepat ketika aku sangat membutuhkannya,
dia datang tepat ketika aku menghadapi banyak bencana,
dia datang tepat ketika tak ada orang lagi untukku bersandar,
dia datang tepat ketika aku menghadapi tekanan yang merajam,
namun dia menghilang ketika badai ini mereda...
meninggalkanku yang merindukannya...
kawan, apakah ini yang tersisa diantara kita?

Kamis, 13 Januari 2011

takut.. takut... dan takut...

aku takut...
takut padamu,
takut padanya,
takut pada mereka...
aku takut pada keadaan,
aku takut pada situasi,
aku takut pada masa lalu,
aku takut pada saat ini,
aku takut pada masa depan,
takut.. takut.. dan takut.
takut yang menghantuiku seperti badai yang mengintai..
seperti topan yang tiba-tiba datang menghadang.
aku takut sekali..
seorang berkata padaku, tenanglah...
kan ada orang yang mampu menghapuskan ketakutanku..
tapi aku takut pada orang yang akan datang itu..
juga pada dia yang mengatakan itu...
tak ada kah tempat untukku berdiri dan menghindari ketakutanku?